Ibu, Bidadarikuu……

Dalam remang kegelapan malam
Dimana cahaya mentari telah menyembunyikan sinarnya
Dibalik senja menuju fajar
Engkau masih setia menimangku
Menyanyikan tembang kasih sayang
Mengisyaratkan aku agar terlelap dimalam yang sunyi
Dalam dekapanmu aku berlindung
Hangatnya peluk kasihmu
Sehangat saat aku masih ada dalam rahimmu.
Dalam lembut belaianmu
Aku terlelap dalam dekapanmu
Tangan halusmu membuatku nyaman

Dan semua ini menjadi rutinitasmu
Disaat tubuh mungilku hanya bisa berbaring
Tangis memelas meminta air susu

Dan kini,,
Tubuhku yang dulu mungil tak lagi hanya bisa berbaring
Lihat ibu..
Aku bisa berjalan, bahkan berlari
Dengar ibu..
Aku bisa berbicara, bahkan telah berani membentakmu

Maaf ibu..
Anakmu ini tidak tahu diri
Engkau yang membimbingku berbicara
Tapi aku justru membentakmu

Ibu laksana Bidadari
Tak layak untuk dibentak
Ibu adalah Bidadari
Yang lembut dan bersahaja..

 

by : Umu Hana Amini

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s