CERPEN – Pohon Angker dan Nenek Gayung

Ada sebuah pohon di belakang sekolahku,pohon itu terkenal angker. Aku dan teman-teman tidak pernah sama sekali mendekat dengan Pohon Angker itu, konon katanya ada penunggunya. Di balik pohon besar ada sebuah jalan  menuju suatu rumah, yaitu rumah milik nenek tua yang terasing dari desa tempat tinggalku, Nenek itu biasanya di kenal dengan “Nenek Gayung” dan konon katanya Nenek Gayung itu kadang-kadang tiba-tiba Menghilang. Dan juga rumah nenek Gayung kadang terlihat dan kadang tidak. Rumah Nenek Gayung itu letaknya di perbatasan hutan larangan. Sudah banyak warga Desa yang bertemu dengan Nenek Gayung, mereka menyangka kalau Nenek Gayung itu jahat. Nama Nenek Gayung itu di ambil sebagai julukan karena nenek itu sukanya membawa gayung.

Suatu hari, setelah pulang sekolah, aku bersama Iqbaal, kiki, Vira dan Chika teman- temanku, nekat melihat Pohon yang konon Angker itu, kami berjalan dengan pelan-pelan agar tidak ada yang tahu dan tiba-tiba kami bertemu dengan Nenek Gayung dan kami takut, “ ne..ne..ne…nek Gayuuuunggg waaaaaaaa…..larriiiii !!!!!!! ” kami pun lari. “ Hey….anak-anak tunggu” ucap Nenek Gayung. Kami pun berhenti, dan menghampiri Nenek Gayung “Anak-anak jangan takut, nenek tidak akan menculik kalian”.  “ii..iiyaa nek.. ada apa?” ucap Rani dengan tergesa-gesa. “ Tidak  apa-apa nenek hanya ingin menawarkan kalian mampir ke rumah nenek, apa kalian mau? “ ajak nenek Gayung.  Kami pun setuju dengan tawaran Nenek Gayung dan kami pun ikut kerumah Nenek Gayung.

Tidak di sangka ternyata Bastian, Aldi dan Ucup mengikuti kami di belakang. “Bastian, Aldi,Ucup, kok kalian ada di disini sih ??” tanyaku pada ketiga temanku itu. “ Hei… siapa kalian?” Tanya nenek gayung sambil membawakan teh. lalu Bastian,Aldi, dan Ucup ketakutan lalu mereka lari, “ Larriiii…..!!!!!!!!“ . Mereka bertiga pun lari. “Apa tadi mereka teman-teman kalian??” Tanya Nenek Gayung pada kami. “Iya, Nek,,“  nenek gayung pun menjawab “ Owh,, tapi kenapa mereka larii ?? oh ya, silakan di minum dulu.. “ kami pun minum, sambil ngobrol-ngobrol dengan Nenek Gayung. “ Owh,,, kami sampe’ lupa waktu, Nek,, kami mau pulang dulu ya!”. kami pun pamit pulang karena hari sudah sore. “Oh, ya! hati-hati di jalan nak!” balas Nenek Gayung, “Siapp! Nek.” kami pun berjalan pulang dengan diantar Nenek sampai ke Pintu belakang Sekolah.

Esok harinya tidak di sangka Bastian, Aldi dan Ucup nekat pergi ke rumah Nenek Gayung, tetapi mereka kesasar pas di jalan menuju rumah Nenek Gayung . “Aduhh,,,, kita dima- nih???? jadi merinding kaya’ Gini sich??? Nih, Bas, gara-gara loe kita gak bisa pulangg..!!! Ah loe Bas! ‘Mama………” Ucap Aldi. Mereka bertiga pun kebingungan Mencari jalan pulang.

orang tua mereka bertiga pun khawatir dan kemudian mencari mereka. Mereka tidak tahu anaknya pergi kemana. kemudian orang tua mereka melapor ke  Pak Lurah, “Pak Lurahh…pak lurah… tolong kami!!!” ujar orang tua mereka di depan rumah pak lurah. “Iya, ada apa?” jawab pak lurah sambil lari ke teras rumahnya. “Bagaimana ini Pak Lurah anak kami hilang, kami tidak tahu mereka pergi, sudah dua hari mereka tidak pulang, kami jadi khawatir.” ujar orang tua mereka. Pak lurah dan warga lain mencari mereka sampai ke hutan larangan tetapi mereka belum di temukan.

Di hutan, Bastian Aldi, dan Ucup bertemu dengan Nenek Gayung mereka meminta tolong kepada Nenek Gayung, “Nek… kami ingin pulang, tetapi kami tidak tahu jalannya, Tolong kami Nek…!!!” Ucap mereka bertiga sambil merengek. “Tetapi kalian harus berjanji, kalian tidak akan nakal lagi!!!!!” ucap Nenek Gayung. “Eee…Iya dech, Nek…”ujar mereka bertiga. “Ikuti kata-kata Nenek!, Kami berjanji” , “kami berjanji..” “tidak akan nakal lagi, kalau kami mengingkari janji ini kami rela di hokum apa saja” lanjut Nenek Gayung. “tidak akan nakal lagi, kalau kami mengingkari janji ini kami rela di hokum apa saja” Ujar mereka. Nah, kalian sudah berjanji mari Nenek antarkan kalian pulang.

Sementara di Desa orang-orang masih kebingungan mencari mereka. Tiba-tiba mereka datang di antar oleh Nenek Gayung. “Bastiiiiaann…..” ucap orang tua Bastian. “Aldiiii..” ucap orang tua Aldi. “Ucuuuupp….” ucap nenek ucup yang telah menantinya. “ Trima Kasih Nenek Gayung, telah mengantarkan putra-putra kami,,”ujar orang tua mereka bertiga. “Iya, sama-sama.” . “Nah,, Nenek Gayung tidak jahat kan? buktinya dia mengantarkan Bastian,Aldi, dan Ucup, jadi bapak-bapak dan ibu-ibu jangan suka berburuk sangka ya! “ ujarku.

 

karya : Luthfiaa

 

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s